1. Kuliner
  2. Tempat Makan

Gudeg Permata Jogja, Kuliner Malam Legendaris yang Populer

Jogja memang terkenal dengan sebutan kota gudeg karena memang merupakan makanan khas dari kota tersebut. Sudah banyak penjual gudeg di kota ini namun bukan berarti semua gudeg memiliki rasa yang lezat hingga sampai di titik legendaris. 

Ada beberapa gudeg Jogja yang dapat disebut gudeg “legendaris”, dan salah satunya adalah Gudeg Permata. Yuk, simak mengenai informasi umum Gudeg Permata Jogja mulai dari ciri khas hingga menu Gudeg Permata Jogja beserta harganya berikut ini!

Gudeg Legendaris Jogja yang Selalu Ramai Pengunjung

Suasana makan di Gudeg Permata Jogja
Suasana makan di Gudeg Permata Jogja (Sumber: Lea Lyliana on Kompas)

Gudeg Permata Jogja berlokasi tepat di sisi barat bekas gedung bioskop Permata. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa namanya disebut Gudeg Permata. Alamatnya berada di Jalan Gajah Mada No. 2, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta. Baik warga Jogja maupun wisatawan tidak pernah ragu untuk mengunjungi warung gudeg legendaris ini yang buka mulai pukul 20.00 hingga 02.00 WIB ini.

Walaupun buka hingga jam 1 dini hari, waktu yang tepat untuk berkunjung kesini adalah pukul 8 atau 9 malam karena jika datang terlalu lama bisa jadi bakal kehabisan. Namun, tetap saja Sobat Kuliner harus mengantri karena rupanya tidak sedikit pengunjung lain yang juga menggunakan strategi datang lebih awal. Untuk itu, Sobat Kuliner perlu bersabar jika makan di gudeg legendaris ini, terutama pada hari Jumat dan Sabtu malam. 

Cara memesan gudeg di sini mudah kok, Sobat Kuliner cukup mengantri di pintu masuk kemudian akan ada pelayan yang akan mencatat pesananmu, oleh karena itu, kamu wajib tahu terlebih dahulu lauk apa yang ingin dipesan supaya dapat mempersingkat antrian. Untuk minumnya, Sobat Kuliner bisa memesan ke pelayan saat sudah duduk di lesehan atau meja atau bisa langsung saja datang ke pelayan yang membuat minum di dekat pintu gerbang.

Setelah itu, pengunjung akan diberikan nomor pesanan, namun nomor tersebut bukan menandakan urutan antrian pengunjung, melainkan sebagai penanda agar pelayan mudah mengenali pengunjungnya. Setelah itu, pengunjung hanya perlu menunggu pesanan datang. Waktu tunggu untuk menunggu pesanan seporsi gudeg datang biasanya setengah jam hingga satu jam tergantung jumlah pengunjung yang datang.

Setelah pesanan siap, pelayan akan mencari atau menyebutkan nomor antrian untuk mengantar pesanan. Oh iya, jangan lupa untuk menyimpan nomor pesanan ini karena nantinya akan ditunjukan ketika membayar. Selain itu, jika malas berkunjung ke tempat, gudeg legendaris ini juga tersedia dalam layanan delivery melalui ojek online, lho.

Sejarah Gudeg Permata Jogja

Gudeg Permata Bu Narni
Gudeg Permata Bu Narni (Sumber: TripAdvisor)

Faktanya, Gudeg Permata ini sudah ada sejak tahun 1961, lho. Kala itu, gudeg legendaris yang saat ini dikelola oleh Bu Narti sempat dikelola oleh ibunya yaitu Almarhumah Bu Pujo dan lokasinya masih berada di Jalan Sultan Agung. Lambat laun, lokasinya bergeser hingga akhirnya berada di tempat sekarang, yakni di Jalan Gajah Mada.

Setelah Bu Pujo wafat sekitar tahun 2001, Gudeg Permata diteruskan oleh adik Bu Narti, namun hanya sekitar 3,5 tahun saja. Pasalnya, adik Bu Narti tersebut juga memiliki warung gudeg sendiri, yakni Gudeg Sagan. Setelah itu, Gudeg Permata dikelola oleh Bu Narti hingga sekarang.

Bu Narti menyebutkan bahwa warungnya sempat sepi sebelum pindah di tempat yang sekarang, yaitu ketika masih dikelola oleh Bu Pujo. Biasanya, Gudeg Permata akan makin ramai ketika bulan Ramadhan, pasalnya banyak orang yang mencari makanan untuk sahur.

Hal Menarik dan Ciri Khas dari Gudeg Permata Jogja

Menikmati Gudeg Permata Bu Narni
Menikmati Gudeg Permata Bu Narni (Sumber: Wisata Kuliner Jogja)

Ada dua jenis gudeg yang umum disajikan, yaitu gudeg kering dan juga gudeg basah. Di Gudeg Permata Jogja Bu Narti menyajikan gudeg basah, ciri khasnya yakni pada kuah arehnya yang gurih serta sambal goreng kreceknya yang berkuah. Bu Narti ini tidak pelit kuah aren. lho. Beliau menyiram kuah aren yang rasanya manis-manis gurih dalam jumlah banyak pada nasi yang hangat. Bagi penyuka kuah aren, disinilah surganya!

Tekstur nasinya pun tidak terlalu lembek. Lembutnya nasi tersebut sudah pas terutama saat disiram kuah aren. Selain itu, ada pula sambal tempe serta sayur daun singkong yang juara sehingga mampu menambah kenikmatan gudeg ini. Rasanya tidak terlalu manis, dan lauk pauknya juga komplit.

Sebagai pelengkap, ada pula aneka lauk seperti ayam paha, sayap, dan dada. Kemudian, ada juga tahu dan telur bebek. Guna menjaga cita rasa, Bu Narti turut ikut memasak sajian gudegnya setiap hari. Bahkan beliau juga yang berbelanja bahan-bahan di pasar. 

Tak hanya itu, Gudeg Permata Jogja Bu Narti ini juga menarik karena termasuk gudeg legendaris sejak tahun 1961. Sejak awal, warung gudeg yang akhir-akhir ini jadi langganan artis ini memang berdiri di samping bioskop Permata yang sudah tutup. Terlebih jam bukanya pada jam malam yakni jam 20.00 WIB sampai 02.00 WIB yang bisa jadi solusi saat terserang lapar di tengah malam.

Walaupun tempatnya yang belum modern, sejak awal hingga hari ini, warung Gudeg Permata Jogja Bu Narti tidak mengalami banyak perubahan. Masih ada lesehan di pinggir jalan yang membuat tempat kuliner gudeg ini rasanya benar-benar “Jogja banget”

Menu Gudeg Permata Jogja Beserta Harganya

Dari segi porsi, satu sajian piring Gudeg Permata cukup mengenyangkan perut. Namun, jika Sobat Kuliner biasa menyantap makanan dalam porsi besar, agaknya perlu meminta tambahan nasi atau dapat pula memperbanyak lauk pelengkapnya. Harga sajian satu porsi gudeg belum dengan tambahan lauknya ialah seharga Rp14.000. Harga tersebut akan bertambah seiring dengan lauk apa yang Sobat Kuliner ambil. 

Walaupun ramai dan menjadi buruan wisatawan, Bu Narti menyebut, harga Gudeg Permata dalam seporsi tersebut memang ia patok agar gudegnya tidak terlalu mahal supaya pelanggan tidak kapok. Harga tersebut juga berlaku sama untuk orang Jogja lokal maupun orang luar kota Jogja. 

Nah, itu dia ulasan mengenai Gudeg Permata Jogja Bu Narti yang legendaris dan jadi buruan wisatawan. Jika Sobat Kuliner berkunjung ke Jogja, wajib hukumnya untuk mencicipi gudeg satu ini. Selamat berkuliner ria!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Gudeg Permata Jogja, Kuliner Malam Legendaris yang Populer

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Tangerang, kota metropolitan yang berkembang pesat, menawarkan berbagai pilihan tempat dinner romantis untuk pasangan. Dari suasana klasik dan elegan hingga modern dan trendi, Tangerang memiliki tempat yang cocok untuk menciptakan momen spesial bersama orang tersayang. Meliputi semua wilayah Tangerang, yakni Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang Bagi kamu atau pasangan yang tinggal kawasan Tangerang […]

    Trending

    Bogor, bukan  hanya menawarkan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga sisi romantis yang tak kalah memikat. Bagi para pasangan yang ingin merayakan momen spesial bersama, dengan dinner romantis, Bogor menghadirkan berbagai tempat dinner romantis yang sempurna untuk menciptakan kenangan tak terlupakan. Di artikel ini, mari kita jelajahi beberapa tempat dinner romantis di Bogor yang bisa […]
    Malang merupakan salah satu  kota yang terkenal dengan keindahan alamnya. Selain itu, juga menawarkan berbagai pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama pasangan, termasuk salah satunya dinner romantis. Saat menari tempat dinner romantis, salah satu yang menjadi pertimbangan, yakni suasananya yang intim dan berkesan. Berikut ada 6 tempat dinner romantis di Malang yang dijamin bikin dinner […]
    Perkembangan kuliner di Kota Yogyakarta, beberapa tahun belakangan ini kian pesat. Jika, dulu hanya berfokus pada kuliner tradisionalnya saja. Kini, Jogja semakin berkembang dengan menjamurnya berbagai macam restoran. Salah satunya, restoran yang menghadirkan suasana yang romantis, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat makan romantis bareng pasangan. Hal ini juga didukung dengan artistektur bangunan Kota Yogyakarta dan […]