1. Tak Berkategori

Sedapnya Mie Lethek, Mie Ndeso Khas Bantul yang Bikin Nagih

Wisata kuliner lokal memang tidak ada habisnya. Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya membuat makanan khas daerah yang tersedia lebih bervariasi, mulai dari minuman, kudapan, hingga makanan berat. Salah satu makanan khas daerah yang dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah mie lethek. 

Sudah pernah mendengar mie lethek, belum, Sobat Kuliner? Olahan mie satu ini berbeda dari mie pada umumnya, lho! Hal apa ya yang membedakan mie lethek dengan mie lainnya? Yuk, simak ulasan mie lokal lethek pada artikel Kuliner Kota kali ini!

Mengenal Mie Lethek Bantul, Olahan Mie Lokal dengan Cita Rasa Unik

Mie letheg atau bisa disebut juga dengan mie lethek berasal dari Bantul dan kini menjadi kuliner lokal khas daerah Yogyakarta. Sekilas, mie lokal ini memang terlihat seperti soun namun lebih berwarna dan berukuran tebal. 

Dalam bahasa Jawa, “letheg” berarti kusam atau kotor. Penamaan mie ini disebabkan warna mie lethek yang coklat keabuan. Namun, warna mie tersebut bukan karena proses pembuatannya yang tidak higienis, melainkan karena bahan-bahan yang digunakan.

Menurut orang Bantul, mie lethek Jogja telah dibuat sejak tahun 1920 oleh seseorang yang berasal dari Yaman, Timur Tengah. Makanan lokal mi lethek ini dibuat atas dasar keprihatinan kebutuhan pangan rakyat Bantul yang serba kekurangan di kala itu.

Uniknya, cita rasa yang dihasilkan dari mie ini berbeda dari mie pada umumnya. Setiap helaian mie lethek terasa lebih kenyal dibandingkan dengan mie biasa. Tertarik untuk menikmati kuliner lokal satu ini, Sobat Kuliner?

Apa Bahan Dasar dari Mie Lethek?

Sebenarnya, yang membedakan mie lethek dengan mie biasa yaitu bahan-bahannya. Pasalnya, mie lokal ini tidak berbahan dasar tepung terigu layaknya mie pada umumnya, melainkan menggunakan tepung tapioka dan singkong kering atau gaplek. Campuran tepung tapioka dan gaplek inilah yang membuat mie lethek memiliki warna gelap atau kecoklatan. 

Selain itu, mie lethek juga tidak menggunakan bahan pewarna zat kimia atau zat pengawet dan membuat kuliner mie satu ini menjadi lebih menyehatkan. Walau tidak menggunakan zat pengawet, mie lethek Jogja kering memiliki waktu simpan yang cukup lama dan bahkan bisa lebih dari 3 bulan. 

Proses Pembuatan Mie Lethek

Proses pembuatan mie lethek terbilang masih sangat tradisional dan sederhana, tidak menggunakan teknologi yang telah canggih di masa kini. 

Bahan dasar mie ini pertama-tama digiling menggunakan batu besar yang digerakkan secara manual oleh manusia atau dengan bantuan hewan, seperti sapi atau kerbau. Proses tersebut dikenal dengan istilah nyelender oleh masyarakat daerah Bantul.

Setelah melalui proses nyelender, adonan mie ini lalu direbus dalam air menggunakan oven kayu bakar. Selanjutnya, mie dapat dicetak dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Terakhir, mie dapat dikemas dan didistribusikan oleh pabrik ke pasar terdekat.

Mie Letheg Cocok Dijadikan sebagai Menu Diet!

Lezatnya Mie Lethek Godog (sumber: Instagram)
Lezatnya Mie Lethek Godog (sumber: Instagram)

Karena menggunakan bahan yang menyehatkan, mie letheg ternyata bisa dijadikan sebagai variasi menu diet, lho, Sobat Kuliner. Bahan dasarnya yang terbuat dari tepung tapioka dan singkong membuat olahan mie ini memiliki kandungan gluten yang rendah dan baik untuk tubuh.

Selain itu, campuran tepung tapioka dan gaplek ini juga menyehatkan karena dapat menguatkan tulang dan stamina tubuh. Tidak heran, mie lokal ini walau terlihat sederhana tapi tetap populer di kalangan masyarakat Indonesia. 

Sobat Kuliner dapat memasak mie lokal ini dengan bahan-bahan pelengkap lain, seperti ayam atau sayuran, agar menu diet tidak terasa membosankan. Satu porsi bakmi Jawa yang menggunakan mie lethek mengandung 101 kalori, 7,4 gram lemak serta 6,7 gram protein. 

Rekomendasi Tempat Makan Mie Lethek yang Enak

Mie Lethek Goreng (sumber: Instagram)
Mie Lethek Goreng (sumber: Instagram)

Jika sedang berwisata ke Yogyakarta, Sobat Kuliner bisa mencicipi sedapnya mie lethek yang gurih dan nikmat secara langsung di kota asalnya tersebut. Berikut Kuliner Kota bagikan rekomendasi tempat makan mie lethek yang murah meriah dan pastinya menggugah selera.

Nama TempatAlamat LengkapJam Buka
Mi Lethek JooJalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 11, Area Sawa, Bantul, YogyakartaSenin – Sabtu 10.00 – 16.00 WIB
Warung Bakmi Kang SumPaduresan, Imogiri, Kab. Bantul, YogyakartaSabtu – Kamis 15.00 – 21.00 WIB
Mi Lethek Bu SugiTegal Layang Kulin, Kec. Pandak, Kab. Bantul, YogyakartaSenin, Rabu – Minggu 06.00 – 23.59 WIB
Warung Mi Lethek Mbah JumalArea Sawah, Kec. Sewon, Bantul, YogyakartaSelasa – Minggu 17.00 – 23.50 WIB
Mi Lethek Bantul Mbah MendesJalan Murtigading, Kec. Sanden, Bantul, YogyakartaSenin – Minggu 16.30 – 23.00 WIB
Bakmi Jawa & Mi Lethek PandawaJalan Bantul KM 4,5, Kec. Sewon, Bantul, YogyakartaSenin – Minggu 16.00 – 24.00 WIB
Resto Bumi LangitJalan Mangunan Desa KM 3, Kec. Imogiri, Kab. Bantul, YogyakartaSelasa – Minggu 11.00 – 17.30 WIB

Baca juga: Asrinya Nuansa Pedesaan di Rumah Makan Bambu Oju Neglasari

Nah, itulah tadi bahasan mengenai mie lethek khas Bantul Yogyakarta yang dapat Kuliner Kota bagikan untuk Sobat Kuliner. Selain cita rasanya yang unik, mie lokal satu ini ternyata digemari oleh banyak orang karena mengandung gizi yang baik serta menyehatkan. Apakah Sobat Kuliner ingin mencoba mie lethek khas Bantul? Semoga artikel ini bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Sedapnya Mie Lethek, Mie Ndeso Khas Bantul yang Bikin Nagih

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Malang merupakan salah satu  kota yang terkenal dengan keindahan alamnya. Selain itu, juga menawarkan berbagai pilihan menarik untuk menghabiskan waktu bersama pasangan, termasuk salah satunya dinner romantis. Saat menari tempat dinner romantis, salah satu yang menjadi pertimbangan, yakni suasananya yang intim dan berkesan. Berikut ada 6 tempat dinner romantis di Malang yang dijamin bikin dinner […]
    Perkembangan kuliner di Kota Yogyakarta, beberapa tahun belakangan ini kian pesat. Jika, dulu hanya berfokus pada kuliner tradisionalnya saja. Kini, Jogja semakin berkembang dengan menjamurnya berbagai macam restoran. Salah satunya, restoran yang menghadirkan suasana yang romantis, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat makan romantis bareng pasangan. Hal ini juga didukung dengan artistektur bangunan Kota Yogyakarta dan […]

    Trending