1. Oleh-Oleh Khas

7 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Mojokerto yang Wajib Dicoba!

Mojokerto adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang masuk dalam kawasan wilayah metropolitan Surabaya dengan luas wilayah 16,47 kilometer persegi. Hal ini membuat Kota Mojokerto menjadi kota yang memiliki luas wilayah terkecil di Jawa Timur dan di Indonesia. Namun, kota ini memiliki daya tarik berupa beragam bukti peninggalan sejarah dan budaya Kerajaan Hindu-Budha berupa candi dan artefak.

Selain menjadi tempat wisata peninggalan sejarah, Kota Mojokerto memiliki makanan khas yang terkenal yaitu onde-onde. Pasti Sobat Kuliner gak asing kan sama onde-onde? Selain itu, masih ada banyak rekomendasi oleh-oleh khas Mojokerto yang bisa Sobat Kuliner coba, loh! Simak daftar 7 rekomendasi oleh-oleh khas Mojokerto berikut ini. 

Onde-Onde

Daftar Isi

Sumber: pxhere

Makanan khas dari Kota Mojokerto yang paling terkenal yaitu onde-onde. Pastinya Sobat kuliner sudah tidak asing lagi melihat makanan ini ketika berbelanja jajanan pasar. Namun, tak disangka ternyata onde-onde merupakan makanan khas Mojokerto, loh!

Saking dikenalnya sebagai makanan khas Mojokerto, ternyata asal usul onde-onde berasal dari Tiongkok. Berawal dari para pedagang, perantau maupun panglima Tiongkok yang berlabuh ke Nusantara dan memperkenalkan jajanan tersebut sampai akhirnya terjadi akulturasi budaya dan dinamakan onde-onde yang mana sebelumnya disebut dengan Jian Ndui.

Onde-onde termasuk jajanan kue basah yang terbuat dari tepung ketan dan tepung beras yang dibentuk bulat berisi kacang hijau di dalamnya dan dibalut biji wijen. Pembuatannya dilakukan dengan cara digoreng, walaupun begitu onde-onde tidak keras saat dimakan, melainkan mempunyai tekstur yang lembut dan rasanya pun gurih. Selain varian kacang hijau di dalamnya, tersedia juga varian keju, coklat, durian, dan taro. Namun, varian rasa yang lebih sering ditemui yaitu kacang hijau.

Kerupuk Rambak

Sumber: commons.wikimedia.org

Oleh-oleh khas Mojokerto selanjutnya yaitu kerupuk rambak yang terbuat dari bahan kulit sapi atau kerbau. Kerupuk rambak biasanya dijual dalam 2 jenis yaitu dalam kondisi mentah atau yang sudah digoreng. Kerupuk ini memiliki rasa yang renyah dan gurih karena pada saat proses pembuatannya ditambahkan rempah dan bumbu penyedap.

Jika Sobat Kuliner membeli kerupuk rambak yang mentah, harga yang ditawarkan lebih murah dan penyimpanannya lebih tahan lama dibandingkan yang sudah matang. Saat ingin menggoreng, prosesnya juga tergolong mudah, hanya perlu menggunakan minyak panas dan api sedang. Namun, pastikan saat menggoreng kerupuk harus sampai terendam minyak untuk mendapatkan hasil yang mengembang. 

Kerupuk rambak terdiri dari dua varian bentuk, ada yang berbentuk stik dan kotak. Saat kondisi mentah, kerupuk berwarna coklat tua, namun saat sudah digoreng, kerupuk akan berubah menjadi warna putih atau coklat muda. Jika Sobat Kuliner tidak ingin bersusah payah untuk menggoreng, kerupuk rambak juga banyak yang dijual dalam kondisi sudah matang dan siap disantap.

Kerupuk Memble

Sumber: foodnesia

Kerupuk memble juga merupakan oleh oleh khas Mojokerto yang bisa Sobat Kuliner coba. Kerupuk ini terbuat dari tepung tapioka, tepung terigu, garam, bawang putih, dan berbagai macam rempah lainnya. Biasanya, kerupuk memble cocok dihidangkan dengan makanan tradisional khas Mojokerto yaitu gulai entok dan sate bangli.

Kerupuk ini berbeda dengan kerupuk rambak, dimana saat menggorengnya mempunyai teknik khusus menggunakan dua wajan yang berisi minyak panas dan minyak dengan tingkat panas sedang. Tekstur kerupuk ini renyah, berbentuk lonjong panjang, dan rasanya yang gurih.

Konon katanya, nama kerupuk memble merujuk pada bentuknya seperti lidah yang menjulur, yang mana dalam bahasa Jawa disebut dengan memble sehingga dikenal sebagai kerupuk memble.

Baca juga: 5 Pusat Oleh-Oleh Mojokerto Recommended Terlengkap

Keciput Wijen

Sumber: cookpad

Keciput wijen merupakan jajanan khas Mojokerto yang mirip dengan onde-onde dengan bentuk yang bulat dan ditaburi dengan wijen. Bedanya, keciput wijen ukurannya lebih kecil, tidak ada isian di dalamnya, dan memiliki tekstur yang renyah.

Keciput wijen cocok dijadikan sebagai cemilan dengan daya tahan penyimpanan yang lebih lama dibandingkan onde-onde karena tergolong dalam kategori kue kering. Pembuatannya pun dilakukan dengan digoreng dua kali untuk mendapatkan hasil yang renyah. Biasanya, keciput wijen menjadi kue yang dihidangkan saat lebaran tiba.

Botok Tempe

Sumber: tagar

Makanan khas Mojokerto selanjutnya yaitu botok tempe yang terbuat dari tempe sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan ampas kelapa, tahu, udang, teri dan dipadukan dengan bumbu rempah khas kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. 

Botok tempe diolah dengan cara dikukus dan dijadikan sebagai lauk untuk dihidangkan dengan nasi. Botok tempe tidak terlalu cocok untuk dijadikan oleh-oleh jika menempuh perjalanan yang lama karena makanan ini tidak tahan lama. Namun, Sobat Kuliner masih bisa merasakan langsung makan di tempat, loh!

Sambel Wader

Sumber: goodnewsfromindonesia

Selanjutnya ada makanan olahan yang terbuat dari bahan dasar ikan wader dan dipadukan dengan sambal terasi khas Mojokerto sehingga dikenal sebagai sambel wader.

Konon katanya ini adalah makanan yang dihidangkan untuk anggota keluarga kerajaan. Namun, seiring dengan zaman, sambel wader dikenal luas oleh masyarakat sekitar sehingga menjadi warisan budaya kuliner.

Sambel wader ini diolah dari ikan-ikan kecil yang digoreng hingga kering dan tentunya ditambah dengan bumbu rempah sehingga kaya akan cita rasa. Sambel ini sangat cocok untuk dihidangkan dengan nasi hangat. Bagi Sobat Kuliner yang suka pedas, wajib banget nih cobain sambel wader!

Baca juga: 5 Oleh-Oleh Khas Jepara yang Wajib Kamu Jadikan Buah Tangan

Kerupuk Upil

Sumber: budaya-indonesia.org

Rekomendasi makanan khas mojokerto yang terakhir yaitu kerupuk upil. Yaa… nama yang unik bukan? Tapi bukan berarti kerupuk ini terbuat dari upil ya! Kerupuk upil terbuat dari adonan tepung terigu dan tepung pati singkong. 

Kerupuk ini punya ciri khas yang berbeda dari segi pengolahannya. Pada umumnya, kerupuk diolah dengan digoreng menggunakan minyak yang panas, namun kerupuk upil disangrai menggunakan pasir, loh! Sungguh unik bukan?

Pasir yang digunakan merupakan pasir khusus sangrai yang sudah bersih. Cara memasaknya yaitu dengan mengaduk kerupuk dengan pasir sangrai terus menerus hingga mengembang dan matang. Karena pengolahannya tidak menggunakan minyak, kerupuk ini termasuk cemilan yang sehat dan non-kolesterol, loh. Biasanya kerupuk upil disajikan dengan sambal petis atau gado gado.

Nah, itu tadi 7 rekomendasi oleh-oleh makanan khas Kota Mojokerto, Jawa Timur yang bisa Sobat Kuliner coba jika sedang berkunjung ke sana. Selamat menikmati oleh-oleh makanan khas Mojokerto. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yaa…

 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 7 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Mojokerto yang Wajib Dicoba!

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Trending